Sebenarnya harapan dan cita-cita Anda, termasuk kehidupan di masa depan bisa diwujudkan, salah satunya dengan jalan berinvestasi. Menurut Lisa Soemarto, MA, RIFA, RFC, Senior Financial Advisor dan fourder dari Akbar’s Financial Checkup, “Berinvestasi adalah salah satu sarana untuk mencapai tujuan keuangan di masa depan. Kalau Anda mengira dengan manabung saja sudah cukup, Anda salah. Saat ini menabung ata membuka deposito di bank untuk masa depan merupakan cara yang kurang maksimal karena bunga yang dihasilkan sangat kecil. Malah, nilainya akan semakin berkurang karena adanya inflasi (meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus).” Oleh karenanya, Anda perlu berinvesasi. Ada 2 bentuk investasi, yaitu non-liquid investment (yang membutuhkan waktu untuk dicairkan) seperti tanah dan rumah, serta liquid investment (yang bisa dicairkan dengan mudah setiap saat), seperti logam mulia, saham, obligasi dan reksa dana. Apa sih reksa dana itu? Definisi reksa dana menurut www.bi.go.id adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang selanjutnya diinvestasikan oleh manajer investasi dalam portofolio efek. “Dibanding saham dan obligasi, reksa dana memang lebih terjangkau oleh masyarakat. Dengan dana, misalnya 250 ribu setiap bulan, Anda sudah daapt membeli reksa dana. Bayangkan jika Anda membeli saham. Anda harus membeli minimal beberapa lot yang nilainya bisa mencapai jutaan bahkan ratusan juta rupiah,” ungkap Lisa, yang dulu juga merupakan salah satu penerbit reksa dana pertama di Indonesia. Berikut ini, lebih lanjut akan dikupas secara tuntas bagaiaman cara berinvetasi reksa dana:
A. MACAM-MACAM REKSA DANA. Sebelum Anda menginvestasikan uang, Anda perlu mengetahui berbagai jenis reksa dana, yaitu:
1. Reksa Dana Pasar Uang. Reksa Dana yang menempatkan 100% dananya dalam instrument pasar uang, seperti deposito, SBI (Sertifikat Bank Indonesia), atau obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari 1 tahun. Reksa Dana jenis ini relative lebih aman dibandingkan jenis reksa dana lainnya dan cocok untuk investasi jangka pendek (1-2 tahun).
2. Reksa Dana Pendapatan Tetap. Reksa Dana yang menempatkan 80% dari dananya dalam instrument obligasi. Reksa dana ini mempunyai potensi keuntungan lebih tinggi dari reksa dana pasar uang dan biasanya dipilih untuk investasi jangaka menengah (3-4 tahun).
3. Reksa Dana Campuran. Reksa Dana yang menempatkan dananya, dalam instrument pasar uang atau obligasi, atau saham dengan komposisi yang fleksibel. Mempunyai potensi keuntungan cukup tinggi dan cocok untuk investasi jangka menengah sampai panjang (4-5 tahun).
4. Reksa Dana Saham. Reksa Dana yang menempatkan minimum 80% dari dananya dalam instrument saham. Mempunyai potensi keuntungan paling tinggi, namun mempunyai risiko yang lebih tinggi dibanding reksa dana lainnya. Reksa dana jenis ini sering digunakan untuk investasi jangka panjang (lebih dari 5 tahun).
5. Reksa Dana Terproteksi. Reksa Dana yang menempatkan sebagian besar dananya dalam instrument obligasi sedemikian rupa dapat memberikan perlindungan atas nilai awal investasi pada saat jatuh temponya. Keuntungannya, pembeli akan mendapat perlindungan 100% pada nilai pokok investasi, jika dicairkan sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan. Selain itu, mempunyai potensi keuntungan sebesar tingkat bunga portfolio obligasi.
B. PILIH YANG MANA? Anda sudah mengetahui macam-macam reksa dana, tapi yang mana yang harus Anda pilih? Lisa menerangkan bahwa sebelumnya Anda harus tahu apa tujuan keuangan dan jangka waktu kapan dana tersebut akan dipergunakan. Apakah uang tersebut akan digunakan menikah 2 tahun lagi, atau dana pension 30 tahun lagi? Dengan begitu Anda sudah tahu kira-kira berapa biaya yang Anda butuhkan. Mungkinkah Anda membeli reksa dana jika belum memiliki tujuan apa pun? “Mungkin saja asal uang yang diinvestasikan adalah uang lebih. Syaratnya, kewajiban (utang produktif, seperti cicilan rumah, dsb) dan kebutuhan primer sudah terpenuhi, utang konsumtif (kartu kredit, kredit tanpa agunan, dsb) harus sudah dilunasi. Kalau semua sudah dipenuhi dan ada uang sisa, baru Anda boleh membeli reksa dana,” jelas Lisa. Jika syarat-syarat tersebut belum Anda penuhi, namun Anda sudah membeli reksa dana, risikonya adalah ketika Anda tidak punya uang saat harus membayar utang. Anda malah terpaksa mencairkan dana yang sudah diinvestasikan tadi. Jika market sedang turun, bisa jadi dana yang Anda tarik nilainya lebih rendah dari dana awal. Anda pun merugi. Tapi, jangan terlalu khawatir, sebab menurut Lisa, tren bursa di Indonesia dalam jangka panjang cenderung naik. Itulah sebabnya produk berisiko tinggi seperti reksa dana saham sebaiknya dipilih untuk tujuan investasi jangka panjang.
C. BAGAIMANA MEMBELI REKSA DANA? Tujuan dan jangka waktu sudah Anda ketahui. Jenis reksa dana pun sudah Anda pilih. Lalu dimana Anda bisa membelinya? Dulu, reksa dana hanya diterbitkan oleh manajer investasi. Jika Anda akan membeli reksa dana melalui manajer investasi, pilihlah yang sudah berpengalaman dalam mengelola beberapa reksa dana dan periksalah apakah manajer investasi tersebut pernah memiliki masalah di pasar modal. Sebaiknya, pilihlah yang memiliki fasilitas online dan website yang lengkap sehingga Anda lebih mudah mendapatkan informasi. Namun, jika Anda kesulitan mencari manajer investasi, kini berberapa bank juga sudah menyediakan jasa penjualan reksa dana. “Yang patut Anda catat, reksa dana bukanlah produk bank, bank hanya berperan sebagai agen penjual tapi tidak boleh menerbitkan. Bank menjadi penjual agar reksa dana lebih memasyarakat karena masyarakat lebih sering pergi ke bank untuk melakukan berbagai transaksi keuangan.” Papar Lisa. Bila Anda membeli reksa dana di bank, mengaturnya pun akan lebih mudah karena bank saat ini sudah menerapkan system online. Yang lebih praktis lagi, bank bisa melakukan autodebet pada rekening Anda setiap bulannya sehingga Anda lebih mudah mengelola uang Anda. Sementara jika Anda ingin mencairkan atau menjualnya kembali, dapat dilakukan lewat manajer investasi penerbit reksa dana atau agen/bank saat pembelian reksa dana tersebut. Waktu yang dibutuhkan untuk mencairkan sekitar 3-7 hari bursa. See? Ternyata reksa dana tidak serumit yang Anda bayangkan, kan? Jadi jangan khawatir kalau mimpi Anda tidak akan terwujud, yang penting mulailah berinvestasi di reksa dana dari sekarang.
D.TIPS RINGAN. Masih bingung dan kurang mantap mau memilih reksa dana jenis apa? Berikut ini tips ringan agar Anda semakin jelas dan paham dalam memilih reksa dana:
1. Sebelum membeli reksa dana, ada baiknya Anda mengecek dan membandingkan seluruh reksa dana di situs www.infovesta.com. Sebaiknya pilihlah reksa dana yang memiliki nama cukup besar. Jika ada nama yang tidak jelas sebaiknya dihindari saja.
2. Pilih reksa dana yang umurnya cukup lama, minimal sudah 3 tahun karena sudah pernah mengalami naik turun, sehingga return (tingkat pembelian) sudah cukup jelas. Jika umurnya kurang dari satu tahun, anda belum bisa melihat stabilitasnya.
3. Lihat berapa jumlah dana yang dikelola. Bagaimanapun jika reksa dana tersebut nilainya bagus, maka akan diminati masyarakat. Namun pada titik tertentu, jika dana yang dikelola tidak terlalu besar, apakah saham dan obligasinya juga tersedia? Jika Anda melihat reksa dana yang return-nya 20% namun ternyata dana yang dikelola hanya satu milyar –sebagai catatan, biasanya yang bagus bisa mencapai trilyunan patut dipertanyakan mengapa reksa dana tersebut kurang diminati.
4. Jangan berkonsentrasi pada return per bulan atau per tahun saja, tapi bandingkan semuanya, mulai dari per hari, per bulan, per tahun hingga per tiga tahun. Bisa saja dalam satu bulan, reksa dana A return-nya lebih besar dibanding reksa dana B, tapi ternyata dalam satu tahun dan tiga tahun, reksa dana B return-nya ebih besar.
5. Bacalah prospektus yang memuat informasi tentang jenis reksa dana, latar belakang manajer investasi/bank, tata cara pembelian dan penjualan, biaya-biaya, risiko, dan laporan audit tahunan. Prospektus diterbitkan 6 bulan sekali dan bisa didapat dari manajer investasi/bank/agen penjual.
6. Bacalah Fund Fact Sheet yang biasanya diterbikan setiap bulan. Fund Fact Sheet ini berisi tentang kinerja reksa dana sejak diterbitkan, alokasi portfolio reksa dana, perbandingan kinerja reksa dana dengan tolak ukurnya, jumlah dana yang dikelola. Fund Fact Sheet ini bisa didapat dari manajer investasi/bank/agen penjual.
source: www. tipsanda.com
Komentar
Posting Komentar