Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Finance

Tips kupas tuntas investasi Reksadana

Sebenarnya harapan dan cita-cita Anda, termasuk kehidupan di masa depan bisa diwujudkan, salah satunya dengan jalan berinvestasi. Menurut  Lisa Soemarto, MA, RIFA, RFC , Senior Financial Advisor dan fourder dari Akbar’s Financial Checkup,  “Berinvestasi adalah salah satu sarana untuk mencapai tujuan keuangan di masa depan. Kalau Anda mengira dengan manabung saja sudah cukup, Anda salah. Saat ini menabung ata membuka deposito di bank untuk masa depan merupakan cara yang kurang maksimal karena bunga yang dihasilkan sangat kecil. Malah, nilainya akan semakin berkurang karena adanya inflasi (meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus).”  Oleh karenanya, Anda perlu berinvesasi. Ada 2 bentuk investasi, yaitu non-liquid investment (yang membutuhkan waktu untuk dicairkan) seperti tanah dan rumah, serta liquid investment (yang bisa dicairkan dengan mudah setiap saat), seperti  logam mulia , saham, obligasi dan reksa dana. Apa sih reksa dana itu? Definisi reksa ...

Memahami Opsi Refinancing KPR

Dua tahun lalu, saat inflasi dan bunga pasar sedang tinggi-tingginya, misalkan, Anda mengambil kredit pemilikan rumah (KPR) senilai Rp400 juta dari sebuah bank dengan bunga efektif 15 persen p.a. untuk periode 120 bulan dengan angsuran bulanan Rp6.453.398. Dalam kontrak kredit yang ditandatangani bersama disebutkan kalau bunga sebesar 15 persen p.a.itu akan dievaluasi setiap tahun dan debitor dikenakan denda 2 persen untuk pelunasan lebih cepat. Setelah setahun mengangsur, ternyata suku bunga KPR di pasar terus mengalami pemangkasan sehingga Anda sangat berharap bunga KPR Anda juga ikut dipotong. Nyatanya, pada akhir tahun pertama, suku bunga KPR Anda tidak diturunkan. Karena kegembiraan memiliki rumah baru masih Anda dan keluarga rasakan, Anda dapat menerima kondisi ini. Pada akhir tahun kedua, seiring dengan semakin rendahnya inflasi dan bunga BI, bank tetap menyatakan belum dapat menyesuaikannya sehingga Anda tetap harus mengangsur sebesar Rp6,453 juta per bulan. Anda...

Keinginan versus Kebutuhan

SALAH satu kesulitan dalam mengolah keuangan adalah mampu membedakan antara "keinginan" dan "kebutuhan". Namun, banyak orang tidak sadar bahwa mereka sebenarnya sudah memiliki "bakat" tersebut. Seperti dilansir dari  Forbes , Senin (18/7/2011), para pendidik keuangan pribadi seringkali menggunakan kata keinginan versus kebutuhan sebelum melakukan pembelian. Untuk menunjukkan keampuhan manajemen kita di kehidupan sehari-hari, ada baiknya Anda mencatat apa yang dibutuhkan dan inginkan dalam satu hari. Jadwal Anda untuk mencatat antara kebutuhan dan keinginan tersebut sangat berguna untuk mengerem keinginan Anda dalam membeli sesuatu. Dengan bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan diharapkan bisa membuat Anda lebih hemat. Buatlah jadwal mulai dari Anda benar-benar bangun tidur. Di sini, apa yang Anda inginkan dan butuhkan perlahan mulai terditeksi. Simpel, namun hal kecil ini bisa mengarahkan Anda untuk meminimalisasikan keinginan Anda ke...

Tabungan Anda di Bank bisa habis

NASIHAT  orang tua di rumah dan guru di sekolah mengajarkan bahwa menabung di bank adalah kebiasaan baik, bermanfaat, aman,dan menguntungkan karena akan mendapatkan bunga secara periodik. Dengan suku bunga yang terus turun sementara biaya administrasi justru naik, apakah menabung di bank masih menguntungkan? Jika tidak cermat, tabungan Anda di bank bisa habis seperti pengalaman seorang kenalan saya. Tabungannya sebesar ratusan ribu rupiah habis, padahal dia tidak pernah mengambilnya. Seiring tingginya biaya operasional dan kualitas pelayanan, sah-sah saja jika bank menaikkan biaya administrasi untuk para penabungnya. Apalagi jika kita memahami bisnis bank dengan dua sumber pendapatan utamanya yaitu keuntungan dari selisih bunga pinjaman atas bunga simpanan dan  fee-based income . Contoh dari  fee-based income  adalah kini meminta referensi bank, transfer ke bank lain, cetak mutasi rekening koran, buka rekening, tutup rekening, ganti buku tabungan, atau ganti kartu ...

Asal usul nama "Rupiah"

Pernah kepikiran kalau mata uang Indonesia harus RUpiah.. Pastilah pernah kadang" tersirat di pikiran. Nahh.. Kali ini mari kita bahas ulasan mengenai asal usul rupiah yang notabene menjadi nama mata uang Indonesia. Perkataan “rupiah” berasal dari perkataan “Rupee”, satuan mata uang India. Indonesia telah menggunakan mata uang Gulden Belanda dari tahun 1610 hingga 1817. Setelah tahun 1817, dikenalkan mata uang Gulden Hindia Belanda. Mata uang rupiah pertama kali diperkenalkan secara resmi pada waktu Pendudukan Jepang sewaktu Perang Dunia ke-2, dengan nama rupiah Hindia Belanda. Setelah berakhirnya perang, Bank Jawa (Javaans Bank, selanjutnya menjadi Bank Indonesia) memperkenalkan mata uang rupiah jawa sebagai pengganti. Mata uang gulden NICA yang dibuat oleh Sekutu dan beberapa mata uang yang dicetak kumpulan gerilya juga berlaku pada masa itu. Sejak 2 November 1949, empat tahun setelah merdeka, Indonesia menetapkan Rupiah sebagai mata uang k...